Jumat, 28 Juli 2017

Sisi Lucuku

Hari 5/7

Jika aku jabarkan perihal tantangan hari ini, sama saja aku tengah membuka aibku atau kebiasaan buruk. Kebiasaan itu membuat orang yang ada di dekatku merasa terganggu. Dan kebiasaan ini, aku dapat dari penilaian sahabat-sahabatku.

Mereka menilai aku orang yang terlalu jujur dan cenderung tidak bisa basa-basi. Kebiasaan kala tugas lapangan, aku harus diam sebelum kegiatan wawancara. Orang tidak suka terus terang, hanya sedikit yang menginginkannya. Yah, sifat orang kan berbeda-beda. Hehee..

Yang mau jalan denganku, harus tahan malu. Karna tidak bisa basa-basi, kadang sifat itu malu-maluin. Pernah kan, aku menemani salah satu sahabatku ketemu dengan temannya. Dia ragu, apakah orang yang berdiri di tempat tersebut temannya yang dimaksud sahabatku. Yah, gemes aja aku, lantas aku samperin, aku panggil (suaraku lumayan gede dan melengking), dia menoleh dengan tatapan penuh tanda tanya besar. Aku tengok ke arah sahabatku menunggu, ee ternyata dia sudah lari karena malu dengan tingkah lakuku. Yasudah, aku tinggalin aja dia (orang yang aku samperin) dengan tanda tanya besar yang belum menemukan jawaban. Sampai di samping sahabatku dia bilang sambil tertawa, "kamu bukan temenku..kamu bukan temenku." Tapi pas dikontak lagi, ternyata benar, dia yang dicari sahabatku. 😄

Kalau ketawa, susah berhenti..
Yah, aku salah satu tipe orang yang melakukan apapun secara maksimal. Sedih, senang, cinta, benci, kalau sudah nyangkut di hati, maka akan tinggal dalam jangka waktu yang lama. Termasuk ketika temanku melucu, dan aku tertawa, walaupun sudah berhenti tapi kalau diingatkan lagi, pasti tertawa lagi. Jadi, kami saat jalan selalu meminimalisir sejenis lawakan dan hal lain yang mengundang tawa. Tapi kalau dasarnya lagi bahagia, senyumnya tidak bisa menghilang. 😁

Satu lagi.
Iseng. Nah, itu sifat sangat melekat. Ada aja ide untuk berlaku iseng. Contohnya foto dengan patung. Nah, ini dia, tidak pandang tempat sepi atau ramai kalau ada patung dan niat iseng itu muncul, pasti minta tolong teman yang saat itu jalan bareng untuk mengabadikan moment. Pernah, aku balik diisengin temanku, suruh action lagi ditembak (saat itu patungnya bawa pistol). Tapi setelah itu ditinggal lari. Untung posenya kalem, jadi engga begitu malu-maluin. 😄

Sudah ya. Itu aja sih menurutku hal yang membuat ilfeel mereka yang pernah jalan berdua denganku. Semuanya wanita kok. 😁😁😁

#tantanganbasabasi
#ceritaanggia
#jostory

Kamis, 27 Juli 2017

One Day With You

Hari 4/7

Tantangan hari ini seputar teman dunia maya. Globalisasi membuka dunia tanpa batas. Aku bisa lebih mudah menemukan teman sehobbi dan sehati. Namun batas pun tak bisa diabaikan. Ada rasa ingin bertemu. Bukan sekedar bertemu, namun keinginan berdiskusi secara langsung menjadi dasar niat itu.

Tergabung dalam satu kelompok kolaborasi atau dalam dunia sastra sering disebut antologi membuat kita semakin dekat. Viga Puspita Chandra paling sering membakar gairah menulis dengan karya-karyanya yang tak jarang di post di timelime. Kak Atika Meidioza yang paling bawel masalah PUEBi. Bundadari Isyee Sentiani sudah menyiapkan rumah singgah untuk kita. Yuk Nietha Yuni diagendakan. Dan banyak teman-teman kepenulisan lainnya yang tak bisa disebutkan satu persatu. Mereka tersebar hampir di pelosok nusantara. Kapan bertemu?

Agenda nulis bareng dan diskusi karya kayaknya seru. Apalagi kalo krisannya diungkapkan secara langsung. Kapan mencoba? Hehe..

Masalah waktu, masih menyimpan teka-teki tentang keterlaksanaan niat itu. Ah, semoga dalam waktu dekat ya, mengingat bulan Juli hendak berakhir. Dan waktu terus berjalan. Pasti ada saatnya, ya, kan?

#tantanganbasabasi.co
#ceritaanggia
#jostory

Rabu, 26 Juli 2017

Wanita Luar Biasa

Hari 3/7

Karakter di bawah merupakan karakter yang membuat saya merasakan emosi yang luar biasa, baik itu kagum, suka, jatuh cinta. Yah, karakter berikut memang langka dimiliki wanita di jaman sekarang.

1. Khadijah binti Khuwailid
Karakter wanita sebagai istri Rosululloh. Sabar sekali mendampingi rosululloh menyebarkan Islam. Beliau merelakan kekayaan untuk jihad di jalan-Nya. Ketulusan menaungi rumah tangga beliau. Rosululloh sangat mencintainya sebagai istri sampai maut menjemputnya. Sepeninggalannya meninggalkan duka mendalam bagi Rosululloh. Hal tersebut menjadi bukti bahwa karakter Khadijah sungguh luar biasa.

2. Mariam Jo
Karakter wanita di novel karangan Khaled Hussaen yang berjudul A thousads Splendid Suns. Novel yang berlatar Afganistan. Perempuan dijadikan mesin pembuat anak dan jika dia tidak menghasilkan, maka sedia dijadikan boneka pelampiasan amarah.  Pria bebas mendua, poligami, dan semena-mena terhadap wanita. Dan Mariam, dia rela melakukan apapun agar terbebas dari kekejaman suaminya. Bukannya mendapat perlindungan, justru dia mendapat pukulan keras secara fisik maupun psikis setiap harinya. Tapi dia sabar. Sabar yang luar biasa namun berbatas.

3. Jane Austen
Siapa yang tidak kenal beliau? Penulis hebat dimasanya. Saya jatuh cinta pada karakternya yang lebih memilih cinta dibanding uang dan kekuasaan. Jane menua tanpa menikah, karena dia merelakan cintanya demi orang lain yang bergantung pada cintanya tersebut. Karyanya terkenal sepanjang masa.

#tantangannulisbasabasi
#jostory
#ceritaanggia

Selasa, 25 Juli 2017

Untuk Sahabat

Hari 2/7

Sahabat. Jika di runtut, maka banyak cerita yang ku lalui bersama mereka. Susah. Sedih. Semuanya melebur menjadi satu rasa, senang.

Kami bukan tipe sahabat yang suka keluar masuk tempat hits hanya untuk mengisi timeline sosmed dengan foto-foto masa kini. Ah, daripada untuk seperti itu, lebih baik ditabung untuk liburan selanjutnya. Ya, kami lebih suka ke gunung atau ke pantai atau menghabiskan waktu 24 jam untuk bertukar cerita tentang masa depan dan pelajaran yang berharga dalam hidup masing-masing.

Aku, paling sering mendapat siraman rohani dari mereka. Tentang hidup, aku harus lebih memperbesar hati untuk menapakinya sendiri hidupku suatu hari nanti. Aku berpikir apakah hanya mereka yang mampu menerimaku apa adanya dengan semua sifat negatif yang melekat dalam diriku? Jangan terlalu jujur terhadap kenyataan yang ada, terkadang berbohong untuk menjaga perasaan orang lain itu penting. Itulah ungkapan mereka yang terus mengunci lisanku. Namun terkadang ego membuat lisan itu tergelincir hingga mengucapkan sebuah kejujuran yang menyakitkan. Mereka paham bagaimana diriku. Bagaimana aku makan dan apa yang tidak boleh aku makan. Dan sejuta kebiasaan yang tidak awam bagi orang yang baru mengenalku.

Lala Maula.. orang pertama yang kena tag. Sepertinya lapar membuat dia tak berdaya. Dan kenyang pun membuat dia enggan mengangkat badannya. Semua sendi mendadak lemah dan ruh yang mengisi raga mendadak menghilang.

Erwin Susanti.. dia jarang sepaham dengan ide liburan yang sering kami rancang. Dia adalah orang paling sibuk di lingkungan tempat tinggalnya. Entahlah apa yang dia kerjaan hingga enggan berbaur untuk mengisi kenangan yang tersisa. Tapi, jika dia gabung, dia mengisi hampir separuh memori internal di masing-masing ponsel kami. Dan kalimat penyesalan pun terlontar saat tahu betapa serunya kebersamaan yang sedang dia rasakan.

Amelia Rizky Amalia.. aku yang tidak peka atau aku yang kurang paham dengan dia. Tapi dia pencari angle terbaik di antara kami. Mungkin karena dia adalah anggota pencinta alam, jadi dia lihai mendeteksi spot mana yang bagus untuk menghasilkan potres terbaik.

Rizky Rahmantya.. dia imam terbaik, mengimami kami di kala sholat. Dan dia adalah partner terbaik di kala sibuk magang. Dia yang mengingatkan kami tentang batas. Dan dia fotografer paling terbaik dalam urusan membidik kami.

Lisa Kurniawati.. Ah, banyak sekali agenda liburan yang dia rancang untuk kami. Salah satu yang belum terealisasi adalah menikmati sunset di pantai pribadi. Kapan ya kira-kira?

Suci Rahmawati Ramadhan.. Bicara tentang dia, dia fashion stylist kami. Anak pramuka yang mandiri. Paling tidak bisa goyah meski dibujuk berkali kali.

Dan jika diteruskan, maka cerita itu akan lebih panjang lagi. Jadi aku cukupkan sekian. Untuk intinya, semoga kita dipertemukan di surga, menjadi bidadari yang tercantik di rumah-Nya. Dan terima kasih atas jasa dan cinta yang luar biasa kalian selama ini. Juga maaf yang tak terbatas untuk semua kata dan tingkah yang jauh dari sempurna hingga menimbulkan goresan di hati kalian. Doakan aku menang dalam tantangan ini. 😁 😚😚😚❤❤❤❤❤❤

#tantanganbasabasi
#ceritaanggia
#jostory

Rabu, 05 Juli 2017

Sajak Malam


Dewi malam,
Aku termangu menatap semburat senyumnya
Ada sejuta rasa berpendar dalam jiwa
Dan aku kesulitan menguraikannya dalam aksara
Karena setiap rasa berkecamuk dalam dada
Duka Lara Gulana Cinta Cita

Sementara malam kian larut
Hati semakin kalut
Sedang sajak satupun belum terbentuk
Hanya ada torehan lusuh yang teronggok tak bermakna
Haruskah aku menyerah?
Dan bergabung dalam mimpi maya
Atau kah tetap terjaga
Sampai malam menikamku lebih dalam

Nalarku keruh
Biar sejuta rasa berkelana
Memeluk dalam hening
Menangis dalam lengang
Tiada perlu aku mengiba
Toh, dunia tak acuh..
Memang siapa aku?
Hanya penyair tanpa nama…

Surakarta, 14 Juni 2017

Minggu, 05 Maret 2017

Let It Flow

Heyy, Beast,
Aku sudah mendengar kabar pernikahanmu. Dan kabar itu membuatku bahagia. Kabar itu pula mengingatkanku pada ceritamu tentang seorang wanita yang selalu menyita perhatianmu semasa kita masih dibangku sma.

Allah adalah Perencana terbaik. Wanita itu ternyata calon istrimu, eh, istrimu beberapa hari lagi. Ya Rabb, betapa beruntungnya kamu mengetahui bahwa kalian akan bersatu membentuk sebuah keluarga hingga maut memisahkan.

Aku melihat senyum yang senantiasa mengembang membentuk lengkungan menghias bibirmu. Matamu berbinar menahan haru. Dan tentu saja, kamu tidak bisa berhenti tertawa bahagia.

"Ini akhir penantianku, Ra," begitu ucapmu terus menerus kepadaku.

"Barakallah, Beast. Semoga lancarkan hingga akad tiba. Kalian dipersatukan atas nama Allah dan bersama sama menjadi keluarga yang sakinah, mawadhah, warohmah. Kalian dipersatukan baik di dunia dan di akhirat. Bahagia teruuus," doaku tulus. Tulus. Ikhlas.

Berapa taun ya kita barengan? Lama, ya, kan? Sampai-sampai mereka mengira kita pacaran. Padahal kita sahabatan. Enakan sahabatan, ya, kan, kamu nikah aja kita masih bisa bercanda. Ya walaupun aku harus menjaga jarak. Aku harus menghormati istri kamu.

Sekarang, aku gantian yang kena omelan kamu. Tiap ketemu pasti suruh, "segera, Ra. Disegerakan lebih baik." Reseee, sumpaah. Tapi bener juga apa yang kamu suruh. Kamu mah cuma ngutip apa yang aku ucapkan pas kamu masih perjaka. Giliran sudah nikah, yang jomblo gantian diledekin suruh segera menikah. But, Beast, aku masih belum siap jika aku menginginkan pemimpin yang seperti apa yang telah aku jabarkan ke kamu. Walaupun sudah 21 taun (otw 22 taun) tapi jiwaku masih 17 taun. Dan yang paling utama, jodoh kuu masih invisible. Hahahaha...

Yaps, ceritanya si sahabat rempong aku ini nungguin istrinya dari pas jaman sma sampai kuliah. Istrinya ini termasuk wanita cerdas yang meminta dihalalkan sebagai tanda keseriusan. Bayangkan sajaa, 6 taun mereka terombang ambing dalam uncertain relationship.  Sebelumnya sih saya memang mengarang cerita yang intinya adalah biasanya kalo pasangan ldr tanpa kepastian, ujung-ujungnya pasti ditinggal nikah. Dan karna sahabatku sangat cinta dengan istrinya sekarang, akhirnya dia memutuskan untuk menikah. Saya motivator pernikahan yang jahat. Hahaha.. At least, ini semua happy ending.

Mindset kamu berubah tatkala menikah. Aku mengamati terus. Aku merasakan perubahan itu. Aku tidak tahu harus menulis apa lagi. Kesimpulannya, kamu gentle. Kamu benar-benar laki-laki yang berani mengambil resiko meskipun kamu tahu ke depan jalanmu bakal lebih susah. Kata kamu, "masa depanku ditentukan dari apa yang aku usahakan hari ini."

Aaaaa... Beast, kamu benar-benar langka. Aku bahagia bisa bertukar pikiran tentang topik topik tertentu.

*nama disamarkan atas dasar menjaga nama baik dari tokoh cerita*

Senin, 20 Februari 2017

Serakah?

Surakarta, 20 Februari 2017

Hari ini, ada seseorang yang datang padaku. Dia bertanya,"mengapa islam memperlakukanku tidak adil?" Dia kehilangan arah dan terlalu dibutakan oleh dunia. Tapi dia tidak mau berusaha dan buru-buru menyimpulkan bahwa islam seperti itu.

Aku lantas tersenyum. "Pernahkah kamu membuka mushafmu?"

Dia menggeleng.

"Aku tidak tertarik membukanya karena aku sudah diperlakukan tidak adil."

Itu jawaban lucu. "Al Qur'an aja tidak pernah dibuka, bagaimana bisa dikatakan adil? Kamu terus meminta sedangkan kamu terus jauh kepada Rabb yang mengabulkan apa yang kamu minta. Kamu terus menikmati udara, makan makanan enak, tidur nyenyak, bermain, menikmati alam, tapi kamu masih bisa berkata itu tidak adil? Kamu kurang bersyukur. Atau kamu mau serakah? Dunia hanya memberi kenikmatan sebentar sedangkan akhirat akan memberi kenikmatan tanpa batas. Kalau Allah memperlakukanmu tidak adil, Dia pasti mencabut nyawamu sekarang juga."

"Jangan sok tahu,"

"Aku pernah jauh, sangat jauh, jauh bangeeeeet. Tapi Rabb-ku menarikku mendekat lagi. Al Qur'an menolongku. Bahkan sekarang aku begitu dekat dengan-Nya. Aku bahagia. Aku mendapatkan ketulusan yang aku cari selama ini. Apa ada yang tulus mencintaimu dibanding Dia Maha Pencipta? Coba buka Al Qur'an. Dipahami. Diresapi. Dipelajari. Semua penjelasan secara jelas ditulis di situ."

"Aku belum siap."

"Kapan siapnya? Nunggu dibungkus kain kafan?

"Omonganmu seram."

Hahahaa. Aku hanya tertawa.

Kemudian dia meninggalkanku. Semoga hatimu tidak terlanjur keras sehingga cahaya hidayah bisa leluasa masuk dihatimu.